Surga pelancong di Kuala Lumpur (2)

Standard

Sabtu (8/9), perjalanan menjelajahi wisata Kuala Lumpur dilanjutkan. Tetapi yang menarik kami hari itu adalah menjelajahi wisata malam. Ternyata ada banyak wisata malam Malaysia yang luar biasa.

Selain pasar malam di akhir pekan yang tidak pernah sepi sebelum matahari terbit, ada salah satu kawasan yang menjadi surganya pelancong yang kelebihan uang. Selamat datang di Genting, City of Entertainment.

 Inilah kawasan surganya penjudi itu..dscn2757.jpgdscn2750.jpg

Petang hari, kami bermufakat bertolak ke Genting. Konon, di sana adalah Las Vegas-nya Malaysia, surganya para penjudi.

Hujan deras tidak mengurungkan niat kami menempuh Genting yang berjarak kira-kira 55 kilometer dari pusat kota Kuala Lumpur. Hujan dan masa akhir pekan ternyata membuat jalan-jalan di Kuala Lumpur tidak beda dengan Jakarta. Macet..!

Akhirnya setelah hampir dua jam menempuh perjalanan dari Kuala Lumpur ke Genting, kami sampai juga di kawasan yang terletak di atas bukit, bak kawasan Puncak di Jawa Barat, Kopeng di Jawa Tengah, ataupun jalan-jalan di lintas Sumatera. Berkelok-kelok dan naik turun.

Tapi bedanya, jalan-jalan menuju Genting sangat luas, masing-masing minimal dua ruas jalan sehingga terasa sangat lega dan nyaman.

Ada pilihan transportasi ke Genting. Jika ingin berbagi dosa dengan membawa rombongan turut serta berjudi (Hehe..), sewa mobil van bisa menjadi pilihan. Atau jika ingin murah meriah, gunakan bus umum dari KL Center. Tapi jika tidak ingin kepergian Anda tercium orang lain, gunakan saja taksi.

Ada juga paket bisa seharga RM35 yang akan membawa Anda dari KL Center menuju stasiun Skyway, semacam gondola di TMII yang akan membawa Anda berayun-ayun dan bergantung menikmati pegunungan melintasi kawasan Genting selama 30 menit.

Tapi karena kami datang malam hari, tidak ada Skyway. Tetapi pemandangan kawasan Genting dari kejauhan sudah mulai tampak. Indah.. (Sayang tidak sempat foto karena hujan deras).

Sesampainya di sana, sungguh luar biasa kawasan ini, terdiri dari komplek perhotelan, mal, apartemen, dan gelanggang permainan dalam dan luar ruangan. So amazing..

Di dalam mal yang dihiasi lampu-lampu areal permaianan ada banyak wahan yang ditawarkan. Ada Believe It or Not, Van Healsing, dan Cartoon World.

Setelah kenyang makan malam sejenak, kami tidak sabar masuk ke areal perjudian. Dan di pintu ruangan dua petugas memeriksa paspor dan tanda pengenal kami. Maklum, warganegara Malaysia yang muslim dan berusia di bawah 18 tahun dilarang memasuki areal ini.
Dan memasuki areal perjudian Genting, banyak jenis permainan judi ditawarkan, mulai dari bacarrat, multi slots, roulette, craps, dan masih banyak lagi.

Aargghh..setan di mana-mana. Bagaimana tidak? Ada amarah, tangis, sumpah serapah, hingga tawa penuh kelicikan menghiasi ruangan yang keluar dai mulut-mulut penjudi, mulai dari yang coba-coba hingga yang seharian terus menerus duduk di kursi judi sampai habiskan berbatang-batang rokok.

Tidak heran jika areal yang terdiri dari areal smoking dan non smoking ini terus menerus buka 24 jam. Apalagi areal ini berada di lantai dasar pusat permainan yang bersebelahan langsung dengan hotel. Hmm..

Setelah puas menyaksikan suasana dan ikut-ikutan menaik-turunkan emosi (karena ikutan kolekan judi ke salah satu mbakyu juga, hehehe..), kami pulang. Ternyata pemandangan di pagi dini hari tidak kalah serunya seperti di Genting.

Di kawasan ini ada banyak perempuan-perempuan berpakaian minim hingga waria yang menjajakan layanan mereka di pinggir jalan terlihat sangat jelas. Bahkan jalanan di kawasan Bukit Bintang dan sekitarnya lebih macet dibandingkan kondisi di siang hari.

Sesampainya ke hotel waktu sudah menunjukkan pukul 2.10am. Dengan wajah lelah dan lusuh karena seharian di jalan, kami sedikit mengobrol.

Namun entah kenapa pemandangan serba warna-warni itu membuat kami tergugah untuk melanjutkan petualangan malam kami. Akhirnya kami menyusuri jalan-jalan Bukit Bintang yang dipadati orang-orang dari beragam etnis. Tidak lupa, tetap bawa paspor..jangan sampai kasus Donald Kolopita terulang lagi kan? Yayaya..

Setelah puas berfoto-foto dan singgah ke sebuah restoran cepat saji, kami pulang. Waktu di kamar sudah menunjukkan pukul 3.50am. Sejurus kemudian mata sudah terpejam sembari membayangkan petualangan kami hari ini. Sungguh menyenangkan. Saya pribadi tidak lupa berdoa terlebih dahulu, memohon maaf atas petualangan liar saya malam ini. Hehe..
 

About these ads

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s